Dasar Teknik Konstruksi Batu Bata


Dasar Teknik Konstruksi Batu Bata

Dasar Teknik Konstruksi Batu Bata – Batu bata adalah bahan dasar yang diperlukan untuk membuat sebuah konstruksi bangunan. Awalnya dulu batu bata dibuat dari tanah dan dibakar membentuk batu bata merah. Namun sekarang sudah ada batu bata dari bahan lain seperti gypsum dan bambu yang sudah diolah menggunakan teknologi modern. Masing-masing jenis memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri dilihat dari berbagai segi. Dalam membuat konstruksi batu bata menjadi sebuah bangunan bergantung pada jenis batu bata tersebut, karena setiap jenis memiliki bentuk berbeda ukurannya. Maka akan berbeda pula menentukan kebutuhan batu bata dalam sebuah konstruksi. Dasar teknik konstruksi batu bata harus dipahami terlebih dahulu sebelum melakukan konstruksi bangunan.

Berikut Adalah Dasar Teknik Konstruksi Batu Bata Dalam Konstruksi Bangunan

Konstruksi akan mempengaruhi kekuatan atau ketahanan suatu bangunan, juga mempengaruhi keindahan bentuk bangunan. Konstruksi adalah jalinan batu bata yang dibentuk saat memulai sebuah bangunan. Berikut adalah dasar konstruksi yang perlu diketahui:

dasar teknik konstruksi batu bata

 

1. Pasangan Batu Bata
Pasangan batu bata adalah batu bata yang disusun rapi yang diberi perekat berupa adukan semen dan pasir. Dalam pemasangannya diberi jarak atau spasi sekitar 1-2 cm sebagai tempat untuk perekat antar batu bata. Pasangan batu bata ini mengikuti gambar konstruksi yang telah direncanakan sebelumnya, sehingga dapat membentuk konstruksi bangunan.

2. Pasangan Batu Bata Nol
Pasangan nol atau batu nol adalah pasangan batu bata dibawah tanah sampai ketinggian nol bangunan. Batu nol dipasang diatas pondasi hingga ketinggian nol bangunan atau setinggi lantai yang direncanakan. Batu nol harus dipasang seakurat mungkin dengan rencana konstruksi, gunakan benang acuan dalam pengerjaannya.

3. Pasangan Batu Bata Lanjutan
Pasangan batu lanjutan, adalah batu bata yang dipasang diatas batu nol, yang akan membentuk dinding sebuah bangunan. Pemasangannya harus tetap akurat, sehingga wajib menggunakan benang acuan saat proses memasangnya. Pasangan batu bata lanjutan ini diteruskan hingga seluruh bangunan tertutup tembok, sesuai konstruksi yang direncanakan.

4. Plesteran Penutup
Setelah dilakukan pemasangan batu bata sampai tembok-tembok bangunan terbentuk, kemudian dilakukan pemlesteran. Yaitu lapisan yang menutupi pasangan batu bata guna melindungi dari kerusakan oleh alam maupun benturan. Selain hal itu plesteran juga memperindah sebuah bangunan. Ada satu jenis plesteran yang disebut sponneng, yaitu plesteran yang berada disekitar gagang pintu atau jendela dan yang berada pada ujung-ujung tembok

5. Konstruksi Transraam
Pasangan transraam bertujuan untuk membentuk lapisan kedap air dan mencegah air naik secara kapiler ke tembok bagian atas. Tinggi pasangan ini adalah 40 cm, yaitu 20 cm di bawah lantai dan 20 cm di atas lantai bangunan. Dengan adanya lapisan ini, maka tembok akan terhindar dari kerusakan akibat air yang naik.

 

Syarat Pasangan Batu Bata Yang Harus Diperhatikan

Sebelum dilakukan pemasangan batu bata, perhatikan dulu batu bata yang akan dipasang harus memenuhi syarat tertentu agar bisa dipasang. Syaratnya meliputi, batu bata harus memiliki rusuk-rusuk yang tajam tidak melengkung. Bidang sisinya datar dan kuat, tidak retak-retak dan permukaannya rata. Pecahan batu bata yang kecil dengan ukuran kurang dari separuh jangan digunakan, karena kan menyulitkan pemasangan. Pemasangan batu bata harus dimulai dari sudut pertemuan, seperti pojok ruangan, agar membentuk ikatan yang kuat. Pengerjaan batu bata dalam sehari tingginya tidak boleh lebih dari 1 meter, agar memberi waktu kepada perekat untuk menjadi kuat.
Demikian sekilas pengetahuan tentang dasar teknik konstruksi batu bata dan syarat batu bata yang bisa dijadikan konstruksi. Apakah anda sudah menentukan pilihan batu bata yang akan anda jadikan konstruksi? Pahami dasar konstruksi dan syarat batu bata yang digunakan dulu sebelum memutuskan membuat konstruksi batu bata.

+ There are no comments

Add yours